5 Cara Membaca Ukuran Ban Motor Dengan Benar

Selain sebagai pijakan atau kaki pada motor, ban pada motor dapat juga mengubah penampilan motor loh. Itulah sebabnya banyak orang yang memodifikasi bagian ini untuk mendongkrak penampilannya. Mengingat fungsi ban yang sangat penting untuk kenyamanan dan keamanan saat berkendara, tentunya kalian tidak boleh sembarangan dalam memodifikasi bagian ini. Kalian harus tahu mengenai ukuran ban motor. Berikut ulasan mengenai 5 cara membaca ukuran ban motor dengan benar.

Mengenal Kode Ukuran Ban Motor

Ukuran Ban Motor

Cara membaca ukuran ban motor bisa kalian lihat pada sisi ban dimana terdapat tulisan angka dan huruf berupa kode. Kode tersebut adalah kode metrik atau kode imperal dengan tujuan memberitahukan pengguna tentang spesifikasi ban tersebut secara singkat. Untuk satuan ukuran pada kode kode matrik menggunakan ukuran milimeter. Sedangkan pada kode imperal menggunakan satuan ukuran inci yang bisa kalian temukan pada motor offroad.

Lebar Ban Motor

Ukuran Ban Motor

Untuk mengetahui lebar ban motor, jika menggunakan kode metrik terdapat pada bagian depan. Misalnya saja ban bertuliskan 110/60-R18 M/C 45 P yang berarti ban motor ini memiliki lebar tapak 110 mm. Sedangkan pada kode imperal misalnya saja bertuliskan kode 3,25-H-17 4PR. Maka 3,25 inci merupakan lebar dari ban motor tersebut.

Rasio Tinggi Ban Motor

Ukuran Ban Motor

Cara baca ukuran ban motor mengenai rasionya, jika pada ban motor menggunakan kode metrik 110/60-R18 M/C 45 P, maka rasio dari ban motor tersebut adalah 60 persen dari 110,yaitu 66 mm. Sedangkan pada kode imperal memiliki ketinggian ban yang sama dengan lebarnya. Untuk perhitungan rasio ini terhitung dari permukaan ban yang menyentuh tanah hingga terkena velg.

Diameter Velg

Pada kode metrik, untuk mengetahui diameter velg kalian bisa lihat angka yang tertulis setelah garis strip. Misalnya saja pada ban dengan kode metrik 110/60-R18 M/C 45 P. Maka ban tersebut diperuntukan untuk motor dengan velg berdiameter 18 inci. Sedangkan pada kode rasio, terdapat pada angka setelah lebar ban. Misalnya saja untuk motor dengan kode ban 3,25-H-17 4PR. Maka ban tersebut diperuntukan untuk velg berdiameter 17 inci.

Kontruksi Ban

Kode ini digunakan untuk membedakan jenis ban berdasarkan kontruksinya. Misalnya saja pada kode metric 110/60-R18 M/C 45 P. Terdapat huruf R sebelum diameter velg tersebut yang berarti radial atau ban tersebut dibuat menggunakan lapisan dari serat Baja. Ada juga yang menggunakan kode B yang berarti Bias dimana ban tersebut terbuat dari serat nilon.

Untuk huruf M/C dalam kode ini berarti Motorcycle yang berarti ban ini hanya diperuntukan untuk motor saja. Untuk kode imperal jika tertulis 3,25-H-17 4PR pada huruf 4PR merupakan kode kontruksi ban tersebut yang memiliki arti dimana ban tersebut menggunakan 4 lapisan material nilon atau ply rating.

Kesimpulan

Untuk ukuran ban motor bebek, idealnya menggunakan ukuran ban depan 70/90 dan 80/90 untuk bagian belakangnya. Sedangkan untuk ukuran ban motor matic menggunakan ukuran ban yang lebih besar. Yaitu 80/90-14 untuk bagian depan dan 90/90-14 untuk bagian belakang.

Jika kalian berniat memodifikasi bagian ini, sebaiknya kalian menggunakan ukuran ban motor yang naik atau turun satu tahap saja dari ukuran standardnya. Demikian ulasan mengenai ban motor ini dan nantikan berbagai tips lainnya dalam artikel berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *